Berawal dari Benci



Episode 3

Karena ditinggalkan Rina pergi,Rian pun keluar kelas dan mulai menjalahi kampus barunya itu. Sesampainya di taman kampus ia pun duduk dan menikmati pemandangan yang ada. Matanya terarah ke sebuah batang kayu dan ternyata ada ulat bulu disana. Terbayang di benak Rian ketika Rina teriak melihat ulat bulu itu ada di tas Rina. Dengan beralaskan plastic Rian pun mengambil ulat bulu itu,dan dengan senyum yang lebar Rian berjalan menuju kelasnya.

Dilihatnya dengan teliti keadaan diluar kelas yang kebetulan kelas tersebut sedang kosong. “hahaha rasain lo cewe aneh,gue kerjain lo” seraya memasukkan ulat bulu ke dalam tas Rina . Rian pun pergi keluar kelas dengan hati yang senang.

~bel masuk~

Mahasiswa pun mulai memasuki kelasnya masing-masing,demikian juga Rina, hanya sekejap saja kelas Rin sudah terisi semua. Rian pun mulai memasuki kelasnya dengan senyum-senyum. “eh cowo belagu ngapain lo senyum-senyum kayak gitu?lo gila ya???” ejek Rina. “eh,cewe aneh suka-suka gue donk mau senyum-senyum ? penting gitu buat lo tau?” jawab Rian. Dengan wajah kesal Rina menanggapi omongan Rian,Rina pun memalingkan wajahnya.

Dosen pun mulai masuk, dan mengajar Administrasi namanya ialah Bu Vika ,Dosen satu ini sangat cantik tetapi sudah menikah. “Anak-anak kalian sudah mengerjakan PR yang ibu kasih kemarin?” Tanya bu Vika. “sudah bu” jawab Rina dan teman-temannya. “baiklah kalau begitu kumpulkan ke depan” kata Bu Vika. Semuanya pun mulai mengeluarkan buku dari tas mereka. Rian tampak menahan tawa karna tidak sabar melihat reaksi Rina. 

Betapa terkejutnya Rian ketika mengetahui kalau Rina sama sekali tidak takut terhadap ulat bulu. “waaa siapa yang tega menangkap ulat bulu ini ,kan kasihan ckckck” kata Rina seraya pergi keluar kelas untuk membebaskan ulat bulu itu. “ih gagal deh rencana gue,itu cewe apa batu sih? Gak ada takut-takutnya” kesal Rian. Tanpa Rian sadari Rina mendengar apa yang Rian katakan, “waaa nyari masalah ni cowo belagu,tunggu aja lo” batin Rina.

Dengan ekspresi biasa-biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa Rina melangkah menuju bangkunya. “Sudah semua??ada yang tidak ngerjakan?” Tanya Bu Vika. “saya bu” kata Rian seraya menunjuk tangan. “kenapa kamu tidak mengerjakan?” Tanya bu Vika . “saya kan baru masuk hari ini bu,” jawab Rian.

“Oh iya kan kamu pindahan dari Australia ya? Gak papa kamu ibu kasi toleransi” Kata Bu Vika “makasih bu” jawab Rian . Pelajaran pun berlangsung,tiba-tiba hp Rian bergetar dan Rian segera melihatnya. Tanpa sepengetahuan Rian, Bu Vika memperhatikannya dan berteriak sehingga mengejutkan seisi kelas “rian! Kamu kenapa main hp?” bentak Bu Vika. “anu bu,tadi hp saya bergetar ,takut ada telfon penting” jawab Rian “kamu tau gak kalau ketika dosen menjelaskan dilarang memainkan hp apapun alasannya” bentak Bu Vika. “sekarang kamu berdiri di pojok sana angkat kaki sebelah dan tangan di telinga, jangan turunkan sebelum pelajaran selesai” sambung Bu Vika.

Rian pun berjalan menuju pojok kelas ,Rina tertawa bahagia melihat Rian , “rasain lo,kena batunya kan lo?” . dengn wajah cemberut Rian menjalani hukumannya “pengen ngerjain malah kayak gini” gumam Rian .

~bersambung~

Komentar

Postingan Populer