BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI ISLAM

RESUME BUKU “ILMU KOMUNIKASI ISLAM” KARYA DR. HARJANI HEFNI, LC, MA.
BAB 6
BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI ISLAM
A.    PENDAHULUAN
Objek kajian ilmu komunikasi Islam terdiri dari tiga bentuk komunikasi yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya. Tiga bentuk komunikasi itu adalah komunikasi manusia dengan Allah, komunikasi manusia dengan dirinya sendiri, dan komunikasi manusia dengan yang lainnya.
B.      BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI ISLAM
1.      Komunikasi Illahiah
Bentuk komunikasi ini bersifat alamia dan wujud dari adanya roh kehidupan yang ditiupkan Allah kepada makhluk-Nya. Dengan tiupan ruh-Nya, manusia selalu rindu ingin berkomunikasi dengan-Nya, terutama saat berada dalam kondisi sulit.
2.      Pola Komunikasi Manusia dan Penciptanya
a)      Pola Komunikasi dengan Manusia Pilihan
1)      Komunikasi Langsung
Komunikasi Allah dengan manusia secara langsung pernah terjadi pada Nabi Musa a.s. adapun dengan Nabi yang lain, Allah berkomunikasi dengan mereka lewat wahyu, baik yang disampaikan ke dalam hati mereka tanpa perantara malaikat atau dengan perantara malaikat. Itulah sebabnya Musa diberi gelar Kalimullah (orang yang bisa berkomunikasi langsung dengan Allah).
2)      Komunikasi dengan Wahyu
Komunikasi melalui wahyu merupakan jenis komunikasi yang paling lazim terjadi pada semua nabi. Di antara bentuk komunikasi jenis ini terjadi pada Nabi Ibrahim ketika dia meminta kepada Allah agar membuktikan kekuasaan-Nya dalam menghidupkan kembali makhluk yang telah meninggal dunia.
Pola komunikasi dengan perantara wahyu terhenti dengan diutusnya Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir yang diutus ke muka bumi.
3.      Pola Komunikasi dengan Manusia Biasa
Setelah manusia lahir ke dunia, Allah sudah menyiapkan berbagai media yang memungkinkan mereka untuk tetap bersambung dengan Allah SWT. di antara media terpenting yang Allah persiapkan buat manusia untuk berkomunikasi dengan-Nya, antara lain:
a)      Shalat
Secara lahiriah shalat berkaitan dengan pekerjaan badan seperti berdiri, duduk, ruku’, sujud, serta semua perkataan dan perbuatan. Selain gerakan di atas, aktivitas shalat berkaitan dengan hati, yaitu dengan mengagungkan Allah, membesarkan-Nya, takut, cinta, taat, memuji, dan bersyukur kepada-Nya, bersikap merendah dan patuh kepada Allah.
Ketika shalat, terutama saat kita membaca surah al-Fatihah, sebenarnya kita sedang berkomunikasi dengan Allah SWT. Dalam posisi sujud, seorang hamba berada dalam posisi sangat dekat dengan pencipta-Nya.  Dalam posisi ini dia sangat dianjurkan untuk banyak berdoa dan mengadukan permasalahan kepada penciptanya. Begitu juga ketika seorang hamba bangun dari keheningan malam untuk bertemu dengan Tuhannya, Allah merespons usaha hambanya itu dengan mengabulkan setiap permintaannya dan menerima permohonan maaf bagi yang mengakui kesalahan dan meminta ampun.
Agar komunikasi berlangsung dengan baik, orang yang sedang melaksanakan shalat diperintahkan untuk khusyuk. Khusyuk ketika shalat, yaitu menghadirkan kebesaran Allah yang sedang kita ajak berkomunikasi, dan merasa takut ditolak, sehingga dia fokuskan hatinya untuk bermunajat dan tidak menyibukkan diri dengan yang lain.
b)     Zikir
Zikir adalah salah satu bentuk komunikasi manusia kepada Allah, dengan cara menghadirkan-Nya dalam hati, menyebut-Nya dengan lisan, mempelajari dan mengajarkan ajaran-Nya, mengajak orang lain untuk melakukan apa yang diperintahkan-Nya, dan mencegah orang dari hal-hal yang dilarang oleh-Nya.
Zikir adalah cara cerdas manusia yang selalu berkomunikasi dengan Pencipta-Nya tanpa harus menunggu waktu khusus. Dalam keadaan berdiri, duduk, bahkan berbaring seorang manusia cerdas bisa berkomunikasi dengan Allah. Orang yang selalu memanfaatkan waktunya untuk berkomunikasi dengan Allah akan merasakan manfaat besar dalam kehidupannya.
c)      Istigfar dan Tobat
Dalam bahasa agama, kesalahan disebut dosan. Jika kesalahan yang dilakukan memupuk, maka perasaan bersalah akan menghantuinya dan beban hidupnya semakin berat. Untuk mengatasi masalah ini, Islam memberikan solusi kepada penganutnya untuk melakukan istigfar dan tobat.
Istigfar merupakan upaya dari seseorang untuk mengoreksi dan mengakui kesalahan dirinya sebagai langkah awal untuk melakukan perbaikan. Membaca kesalahan diri bisa dilakukan dengan belajar tentang nilai-nilai boleh dan tidak boleh serta nilai-nilai halal dan haram, baik dengan belajar sendiri atau belajar dengan orang lain. Adapun kesadaran bisa dibangun dengan evaluasi terhadap perjalanan hidup, baik evaluasi mandiri maupun dengan bantuan orang lain.
Ada lima komponen yang perlu dievaluasi untuk membangun kesadaran diri. Lima komponen itu adalah: pertama, evaluasi tentang hubungannya dengan Allah yang menciptakannya; kedua, evaluasi tentang hakikat diri; ketiga, evaluasi tentang tugas sebagai seorang hamba; keempat, evaluasi tentang sikapnya terhadap nikmat Allah; dan kelima, evaluasi tentang dosa yang dilakukan. Lima komponen ini diisyaratkan oleh Rasulullah dengan Sayyidul Istigfar.
Setelah istigfar berhasil, langkah selanjutnya adalah bertobat. Tobat menurut bahasa berasal dari kata taba, yatubu, taubatan yang artinya kembali. Yang dimaksud dengan kembali dalam makna bahasa itu adalah kembali ke jalan yang benar setelah melakukan kesalahan. Jadi, tobat adalah aksi nyata dari orang yang telah menyadari kesalahannya untuk melepas segala kesalahan dan kembali ke jalan yang benar.
Untuk bertobat secara benar, para ulama menetapkan beberapa langkah berikut: pertama, meninggalkan kemaksiatan yang dilakukannya; kedua, menyesali perbuatannya; ketiga, bertekat kuat untuk tidak mengulangi lagi selama-lamanya; keempat, jika terkait dengan hak-hak orang lain maka hendaklah ia mengembalikannya kepada yang memilikinya.
Jadi, istigfar dan tobat adalah komunikasi seorang hamba kepada Tuhannya untuk melepas segala beban yang ada di dalam dirinya dengan cara melepas segala beban yang ada di dalam dirinya dengan cara mengakui kesalahan dan berjanji untuk menggantikan kesalahan  tersebut dengan perbuatan yang lebih baik.
d)     Tilawah Al-Qur’an
Al-Qur’an merupakan kitab yang diturunkan oleh Allah sebagai salah satu sarana untuk berkomunikasi dengan hamba-Nya. Di dalamnya terkandung banyak sekali bentuk komunikasi, yaitu:
1)      Komunikasi antara Allah dan malaikat
2)      Komunikasi Allah dengan para Nabi dan Rasul
3)      Komunikasi Allah dengan Iblis
4)      Komunikasi Allah dengan manusia lewat perantara Rasul
5)      Komunikasi Allah dengan manusia
6)      Komunikasi manusia dengan makhluk lainnya
7)      Komunikasi sesama manusia
C.     Komunikasi Intrapersona
Komunikasi intrapribadi adalah proses komunikasi yang berlangsung dalam diri seseorang saat menerima informasi, mengelolahnya, menyimpannya dan menghasilkannya kembali. Dalam komunikasi bentuk ini, orang yang berperan sebagai komunikator sekaligus berperan sebagai komunikan.
Proses pengolahan informasi berlangsung dalam empat langkah, yaitu: sensasi, persepsi, memori dan berpikir. Sensasi adalah proses menangkap stimuli. Persepsi adalah proses memberi makna pada sensasi sehingga manusia memperoleh pengetahuan baru. Persepsi mengubah sensasi menjadi informasi. Memori adalah proses menyimpan informasi dan memanggilnya kembali. Berpikir adalah mengolah informasi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan respons.
Dalam kajian Ibnu al-Qayyim, komunikasi intrapersonal dimulai dengan langkah khawathir dan afkar. Khawatir dan afkar adalah langkah mengumpulkan informasi yang didengar, dilihat dan dipikirkan. Informasi yang terkumpul itu lalu diberi makna. Upaya pemberian makna terhadap informasi yang masuk disebut tashawwur atau persepsi. Dari tashawwur akan memunculkan iradah (keinginan) untuk bertindak dan berbuat (fi’l). Perbuatan yang dilakukan secara berulang akan melahirkan karakter (‘adat). Baik tidaknya suatu karakter tergantung dari input informasi yang masuk.
D.    Komunikasi Antarmanusia
1.      Komunikasi Antarpersona (Komunikasi antarpribadi)
Komunikasi antarpribadi didefinisikan dengan tiga pendakatan; berdasarkan komponen (componential), berdasarkan hubungan diadik (relational dyadic), dan berdasarkan pengembangan.
Komunikasi antarpribadi berdasarkan komponen artinya penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera.
Berdasarkan hubungan, komunikasi antarpribadi diartikan sebagai komunikasi yang berlangsung di antara dua orang yang mempunyai hubungan yang mantap dan jelas. Seperti hubungan antara orang tua dengan anaknya.
Adapun berdasarkan pengembangan, komunikasi antarpibadi adalah akhir dari perkembangan komunikasi yang bersifat tak pribadi menjadi pribadi.
Komunikasi antarpribadi memainkan peranan penting dalam kehidupan karena masing-masing pihak bisa langsung koreksi dan menemukan yang terbaik setelah terjalin komunikasi yang intensif
2.      Komunikasi Kelompok
Komunikasi kelompok merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Berkelompok adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Suatu perkumpulan baru disebut kelompok jika memenuhi dua syarat: pertama, anggota-anggota kelompok merasa terikat dengan kelompok; kedua, nasib anggota-anggota kelompok saling bergantung sehingga hasil setiap orang terkait dalam cara tertentu dengan hasil yang lain.
3.      Komunikasi Massa

Komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media yang bisa menjangkau massa dalam skala luas. Media yang bisa digunakan untuk komunikasi massa adalah surat kabar, majalah, film, radio, televisi dan internet.

Komentar

Postingan Populer