FUNGSI-FUNGSI KOMUNIKASI ISLAM

RESUME BUKU “ILMU KOMUNIKASI ISLAM” KARYA DR. HARJANI HEFNI, LC, MA.
BAB 5
FUNGSI-FUNGSI KOMUNIKASI ISLAM
A.    PENDAHULUAN
Dari tiga belas istilah komunikasi yang disebutkan dalam bab 4 penulis menyimpulkan delapan fungsi komunikasi. Delapan fungsi tersebut adalah fungsi informasi, fungsi meyakinkan, fungsi mengingatkan, fungsi memotivasi, fungsi sosial, fungsi bimbingan, fungsi kepuasan spiritual, dan fungsi hiburan.
B.     FUNGSI-FUNGSI KOMUNIKASI
1.      Fungsi Informasi (Naba’ dan Khabar)
Ketika komunikasi terjadi, maka tukar-menukar informasi tidak bisa dihindarkan. Informasi adalah kunci utama terjadinya perubahan sikap dan perilaku pada manusia. Seseorang memiliki informasi kurang baik tentang si fulan secara umum akan bersifat negatif tentang orang tersebut. Tetapi jika informasi yang masuk tentang di fulan tersebut positif, maka kemungkinan besar sikap orang terhadap si fulan itu juga akan baik.
Prinsip dasar agama Islam dalam menyebarkan informasi adalah menutup rapat informasi yang terkait dengan orang lain, terutama yang terkait dengan masalah pribadi. Islam melarang namimah atau mengungkap kejelekan orang lain, dan mengategorikan perbuatan ini sebagai salah satu dosa besar.
2.      Fungsi Meyakinkan (Hiwar dan Jidal)
Fungsi meyakinkan artinya membuat ide, pendapat, dan gagasan yang kita miliki bisa diterima oleh orang lain dengan senang hati dan tidak terpaksa. Fungsi meyakinkan dalam komunikasi Islam bisa dicapai di antaranya dengan metode hiwar (dialog) dan jidal (debat).
Hiwar (dialog) dilakukan dengan suasana santai, saling mengemukakan pendapat dengan tenang, mungkin di dalamnya juga terjadi tarik ulur, dan akhirnya berujung kepada suatu kesepakatan mendukung ide bersama atau salah satu ide yang lebih baik. Adapun jidal (debat) biasanya lebih seru, kadang-kadang sampai panas, dan masing-masing ngotot dengan pendapatnya. Orang yang menyampaikan ide cemerlang dengan alasan-alasan dan logika yang kuat biasanya akan menjadi pemenang dan idenya akan dijadikan rujukan.
3.      Fungsi Mengingatkan (Tadzkir dan Indzar)
Lupa adalah sifat yang tidak bisa berpisah dari manusia. Sifat ini sudah ada sejak bapak manusia pertama, Adam a.s. Ibnu  Mandzur dalam Lisan al-Arab mengatakan bahwa di antara rahasia penanaman manusia dengan istilah insan karena manusia memiliki sifat pelupa. Di antaranya masalah yang paling banyak dilupakan oleh manusia adalah masalah agama. Itulah sebabnya mengapa Islam memerintahkan kepada penganutnya untuk mengulang-ulang suatu ucapan atau perbuatan, terutama dalam masalah-masalah krusial. Surah Al-Fatihah harus diulang minimal tujuh belas kali dalam sehari, sholat harus dilakukan minimal lima kali dalam sehari, dan seterusnya. Tujuannya agar ingatan kita tentang informasi-informasi krusial itu menjadi kukuh dan tidak mudah hilang meskipun informasi lain yang masuk juga banyak.
Dakwah agama adalah salah satu cara untuk menginformasikan kepada manusia agar selalu ingat tentang tujuan hidup dan bagaimana mengisi hidup sebenarnya. Dan metode komunikasi dalam dakwah yang paling cocok untuk meralisasikan fungsi mengingatkan adalah metode tadzkir dan indzar.
4.      Fungsi Memotivasi (Tabligh dan Tabsyir)
Kalau anda punya handphone, pasti handphone anda tidak betah berpisah lama dengan charger. Tanpa charger, dalam waktu satu, dua atau tiga hari handphone anda akan lowbat dan setelah itu akan mati dan tidak berfungsi.
Manusia dalam hidupnya memerlukan charge karena semangat hidup manusia secara umum tidak stabil. Charge itu disebut dengan motivasi. Mengucapkan secara berulang-ulang setiap pagi dan petang hal-hal yang hendak kita hindari atau hal-hal yang seharusnya kita lakukan adalah di antara metode komunikasi antara manusia dengan Tuhannya dan dengan dirinya sendiri untuk membuang penyakit-penyakit mental yang ada di dalam dirinya yang membuatnya terbelenggu dan menumbuhkan nilai-nilai positif sehingga dia bisa terbang bebas merealisasikan mimpi-mimpi indahnya.
Metode memotivasi diri sendiri adalah metode yang paling ideal. Penulis sekarang ini sedang mengembangkan metode ini dan penulis sebut dengan metode isi ulang otomatis. Metode ini praktis, murah dan mudah, tetapi hasilnya dahsyat. Sebagaimana kita perlu membersihkan tubuh minimal dua kali sehari supaya tubuh terasa segar, maka memotivasi diri sendiri juga paling tidak dilakukan setiap hari dua kali sehari agar jiwa kita selalu segar.
Selain metode memotivasi diri sendiri, manusia juga bisa termotivasi jika mendapatkan suntikan motivasi dari orang lain. Komunikasi adalah satu cara untuk menyuntikkan motivasi kepada orang lain. Metode yang paling cocok untuk memotivasi adalah tabligh dan tabsyiri.
5.      Fungsi Sosial (Ta’aruf)
Manusia dalam hidupnya tidak lepas dari berbagai macam kebutuhan. Dalam buku Motivation and Personality, Maslow menjelaskan lima jenjang kebutuhan pokok manusia sebagai berikut:
a.      Kebutuhan fisiologi dasar (physiological needs, seperti: sandang, pangan, dan papan)
b.      Kebutuhan rasa aman (safety needs)
c.       Kebutuhan sosial untuk dicintai dan disayangi (social needs)
d.     Kebutuhan akan penghargaan/prestise (esteem needs)
e.      Kebutuhan aktualisasi diri ( self-actualization)
Di antara lima jenjang kebutuhan itu, kebutuhan untuk disayangi oleh orang di sekitarnya ditempatkan di urutan ketiga. Apa pun komentar orang tentang teori ini, yang jelas, bersosialisasi dengan orang di sekitar kita adalah kebutuhan kita semua untuk bisa diterima dan dihargai. Tidak mungkin sosialisasi dilakukan tanpa komunikasi. Dalam Al-Qur’an, fungsi sosialisasi disebut dengan ta’aruf. Dan di dalam hadis Rasulullah menyebutnya dengan mukhalathah.
Ta’aruf adalah salah satu metode komunikasi yang sangat efektif. Dengan ta’aruf, hubungan antarmanusia menjadi tersambung. Ta’aruf yang baik akan melahirkan keinginan untuk saling membantu bahkan sampai ke tingkat saling mengayomi.
6.      Fungsi Bimbingan (Irsyad dan Wasiat)
Tidak semua kita mampu membaca kemampuan kita sendiri, dan tidak semua kita mampu menyelesaikan masalah kita sendiri, padahal hidup tidak pernah sepi dari masalah. Di sinilah manusia memerlukan orang lain untuk membimbingnya mencari solusi atau mengarahkannya ke tempat yang tepat. Dalam istilah komunikasi Islam, fungsi bimbingan ini disebut dengan irsyad.
Ada empat fokus utama aktivitas komunikasi dalam membimbing seseorang: pertama, membimbing orang untuk melakukan perbuatan baik dan menangkal mereka untuk melakukan perbuatan negatif; kedua, memperbaiki atau memulihkan kondisi mereka yang sudah rusak; ketiga, mengarahkan orang untuk menemukan potensi yang mereka miliki; keempat, mengembangkan potensi manusia agar lebih maksimal.
Bimbingan bisa dilakukan dengan melakukan percakapan pribadi, dialog langsung, dan tatap muka dengan orang yang dibimbing, bisa dengan melakukan home visit untuk mengetahui kondisi rumah dan lingkungan yang mempengaruhinya, dan berkunjung ke tempat kerjanya dan melakukan percakapan individual sekaligus mengamati kerja klien di lingkungannya.
7.      Fungsi Kepuasan Spiritual (Mau’idzah dan Nasihat)
Manusia terbentuk dari dua unsur yang keduanya memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi. Tubuh memerlukan makanan, pakaian, dan tempat tinggal, dan segala hal yang mendukung keselamatannya. Adapun kebutuhan roh adalah berkomunikasi dengan Allah. Ketika roh bersambung dengan Sang Penciptanya, hati menjadi tenang. Di antar metode memuaskan spiritual adalah dengan memberikan mau’idzah dan nasihat kepada mereka.
8.      Fungsi Hiburan (Idkhal al-Surur)
Dalam hidup ini, kita hanya akan berhadapan dengan dua kemungkinan: bahagia atau sedih. Tidak ada orang yang seumur hidupnya hanya merasakan kebahagiaan. Suatu saat dia akan mengalami masa-masa berat dalam hidupnya. Tetapi tidak ada juga orang yang selama hidup hanya merasakan penderitaan, pasti ada waktu-waktu dia bisa tertawa dan mengalami masa-masa bahagia.
Ketika mendapatkan kebahagiaan, Islam mengajarkan kepada penganutnya agar mengucapkan syukur atas nikmat yang telah dicapai. Dan kepada saudaranya yang mengetahui temannya mendapatkan nikmat dianjurkan untuk menambah rasa bahagia saudaranya dengan mengucapkan selamat kepadanya.
Selain rasa bahagia, kadang-kadang kita juga diselimuti oleh rasa takut....takut kehilangan orang yang dicintai dan sebagainya. Kita semua pasti merasa lelah, kadang harus berhadapan dengan kesulitan, diuji dengan berbagai kasus, bahkan tidak jarang harus menderita.

Dalam kondisi seperti itu, hati kita sangat perlu kepada hiburan. Hati yang terhibur akan membuat rasa takut menjadi hilang, lelah akan hilang, derita terobati, dan kondisi kita menjadi fresh kembali. Kita bisa membuat orang menjadi tentram, meskipun tidak jarang kata itu melukai. Memasukkan kebahagiaan hati ke dalam hati orang lain di dalam hadis disebut dengan idkhal al-surur.

Komentar

Postingan Populer